Every Frame A Painting (Unknown)
Every Frame a Painting (EFaP) adalah sebuah seri yang terdiri dari 28 esai berbentuk video yang membahas film editing dan sinematografi. EFaP dibuat oleh Taylor Ramos dan Tony Zhou dari tahun 2014 sampai 2016. Selain dirilis di Youtube mereka juga merilis video-video esainya di Vimeo. EFaP mengeksplor beberapa topik dari sutradara atau aktor tertentu dengan sajian yang sangat informatif dan mendetail untuk kamu-kamu yang ingin mengeksplor dunia film lebih mendalam. Zhou melakukan riset dan penulisan mengenai temanya, dan Ramos mengorganisir tesis tersebut menjadi sebuah animasi. Mereka berdua mengerjakan proses editing finalnya sebelum di upload. Bahasan yang menarik dari film “Memories of a Murder” karya Bong Joon-ho, komposisi film Akira Kurosawa, teknik-teknik action-comedy yang digunakan Jackie Chan sampai penggunaan scoring orkestra di Marvel Cinematic Universe adalah beberpa pembahasan esai mereka. Setelah proyek EFaP ini berakhir, Zhou dan Ramos memproduksi video-video esai untuk segmen special features rilisan DVD/Blu-ray Criterion Collection dan layanan streaming FilmStruck. 


Reactistan  (Pakistan)
Reactistan adalah sebuah channel yang cukup menarik dari Pakistan. Dengan mengumpulkan beberapa orang dari suku-suku berbeda, mereka menampilkan reaksi tulus orang-orang ini terhadap beberapa makanan populer. Di tangan Youtuber amatir, mungkin sajian dengan konsep ini akan menjadi sangat rasialis. Tetapi Reactistan berhasil mengemasnya dengan sangat baik. Orang-orang Pakistan disini kebanyakan adalah penggembala domba, dan mereka mereview makanan populer seperti KFC, Samyang, Dunkin Donuts, Sushi, bubble tea sampai air mineral botolan. Reaksi jujur dan interaksi mereka tentu saja akan menjadi sesuatu yang menarik untuk disimak. Simak komen mereka yang membandingkan boba di dalam sedotan dengan feses domba yang mampet di usus. Pure comedy gold.


BBQ Mountain Boys (Indonesia)
2 orang ini memasak dan menyantap hidangan-hidangan lezat di sebuah lokasi rustic yang cukup unik: daerah pegunungan terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Mereka mengumpukan bahan-bahan tambahan dari kebun dan hutan dekat kabin mereka, dan menyajkan daging barbeque yang terlihat juicy di layar kaca kamu. Berlokasi di sebuah kabin kayu yang diselimuti pohon pinus, tempat ini juga menjadi creative space dan kebun kopi yang mereka namakan Saux. Sajian kopi manual brew, rawon dari brisket, membuat burger dengan Lawless crew sampai membuat se’i sapi bersama bintang tamu chef Renata membuat video-video mereka selalu dinantikan para pecinta daging. Dibantu sinematografi dan produksi yang baik, this channel is finger-licking good.


Soft White Underbelly (USA) 
Ya, kamu sudah menemukan salah satu channel Youtube yang gelap, dingin dan sedikit depressing. Soft White Underbelly adalah buah karya fotografer Mark Laita yang ingin menampilkan sisi gelap dari human condition, dimana dia menginterview seorang mucikari, anggota geng, pemadat heroin, PSK, gelandangan sampai penjual narkoba. Ya, individu-individu ini adalah mereka yang tidak diperdulikan oleh masyarakat dan menjadi entitas yang hidup diluar norma-norma sosial. SWU memanusiakan individu-individu ini dengan memperlihatkan emosi dan realitas dari kehidupan di setiap sajian interviewnya. Ternyata mereka tidak terlalu berbeda dengan kita, they are human after all. Memang beberapa interviewnya sangat mengintimidasi penonton baru, tapi bersiaplah untuk menemukan adiksi baru yang tear-jerking, deep thinking, binge-worthy dan tentunya akan mencuri waktu tidurmu.


Jacques Slade (USA)
Jacques Slade adalah seorang kontributor Complex Sneakers dan sutradara/produser sekaligus host acara This Week in Sneaks. Tentunya dia juga seorang Youtuber expert dengan fokus dan konsentrasi kepada sneakers culture. Apa yang Jacques Slade lakukan di channel Youtubenya? Unboxing. Kami menemukan channel ini setelah melihat The World According to Jeff Goldblum, dimana aktor Jurassic Park itu menginterview Jacques mengenai seni unboxing. Menurutnya, antisipasi kita saat membuka suatu kemasan akan meningkatkan kadar endorphin yang akan membuat kita jauh lebih senang daripada produk didalam kemasan tersebut. Mungkin karena itulah jutaan penggemar mensubscribe dan menonton channel ini yang hanya berisikan Jacques meng-unboxing ratusan sepatu dengan editing yang menarik. 


Binging With Babish (USA)
Kegemaran Babish terhadap film dan seni memsak direalisasikan dengan channel Binging With Babish. Babish Culinary Universe yang sebelumnya dinamai Binging With Babish dibuat oleh Andrew Rea alias Oliver Babish, seorang chef dan filmaker asal Amerika. Babish me-rekreasi resep-resep dan hidangan kuliner dari film, serial TV dan video game dalam seri video Binging With Babish-nya. Sebuah acara memasak yang berdedikasi untuk menunjukkan seperti apa rasanya makanan fiksi yang kita lihat di layar kaca, yang menurut Babish beberapa memang enak dan beberapa adalah ide buruk. Temukan video-video baru setiap minggunya sambil melihat proses memasak yang fun dan kualitas suara ASMR di channel ini. Babish akan menyajikan Crabby Patty dari Spongebob, hidangan Ratatouille, “kristal biru” Breaking Bad, Shawarma dari The Avengers sampai sajian sarapan dari Studio Ghibli Howl’s Moving Castle. We might learn a thing or two.


Gaming Off The Grid (USA)
Gaming Off The Grid adalah sebuah channel yang dibuat atas kecintaan kedua kreatornya, Wes dan Robert, terhadap retro-gaming dan bir dingin. Ya, mereka mereview games dan bir dingin sebagai konten utamanya. Euforia nostalgia dan tribute kepada console gaming klasik seperti NES, SNES, Sega Genesis, PS1 sampai Sega Saturn akan kamu temukan disini. Secara harafiah, channel ini memang terlahir dengan sebuah bir dingin di satu tangan, dan light gun Nintendo di tangan lainnya.  Sebuah channel dengan konten-konten yang dibuat atas passion terhadap gaming bersama teman secara offline atau couch co-op tentunya akan menarik bagi kamu yang tumbuh besar dengan Sonic, Contra, Castlevania dan Zelda. Dengan konten berkualitas yang update setiap minggunya, tunggu apalagi, klik saja tombol subscribenya.


Licking Guy (USA)
Beberapa tahun kebelakang, orang yang menamai dirinya sebagai “Licking Guy” berhasil mencapai status viral setelah menjilati sebuah kaktus pada tahun 2015. Pesawat jet militer, dinding kantor Youtube, pagar Area 51 sampai kereta lokomotif sudah dia jilati. Kenapa? No one really wants to know. Dalam setiap jilatan di video-videonya, Licking Guy selalu menggunakan ski mask dan kacamata hitam, membuat situasi aneh yang kalian tonton menjadi semakin creepy. Selamat, kalian sepertinya sudah menemukan salah satu channel paling aneh dan tidak berfaedah di Youtube.


Curated by Aldy Kusumah