Pada 22 Juli setelah mengadakan “listening party” di stadium Mercedes-Benz Atlanta, Kanye pun menjadikan salah satu ruangan loker di stadium tersebut menjadi “rumah” sementara nya. Pada malam hari chef-chef dari restoran terkenal datang untuk membuat makan malamnya, dan tidak lama Kanye pun merubah kamar tempat tinggalnya menjadi studio rekaman untuk membereskan sesi rekaman dan mixing album “Donda” bersama Mike Dean. Beberapa video dan foto yang di post ke media sosial menunjukkan Playboi Carti dan 2 Chainz merekam vokalnya di ruangan loker yang sama sehari sebelum listening party tersebut. Listening party tersebut tiketnya terjual habis dengan kapasitas 42,000 orang yang dikurangi karena pandemi. Kim Kardashian pun dikabarkan menjadi salah satu penonton yang hadir saat itu.



Pada tanggal 5 Agustus Kanye mengadakan listening party kedua (!!) bersama Kid Cudi dan The Weeknd. Kanye West menjanjikan albumnya akan rilis di hari yang sama, yang kita ketahui bahwa itu tidak benar. Kanye pun melakukan livestream dari bunker ruangan lokernya, tempat dia tinggal sekarang. Livestream tersebut hadir di Apple Music, tetapi tidak ada audio di streaming tersebut, kita hanya bisa melihat Kanye makan, olahraga (!!), membuat musik, tidur, mengobrol dengan tamu-tamunya seperti Chance The Rapper, Steve Lacy dan Vic Mensa. Menurut beberapa review yang mendengar listening party tersebut, “Donda” mengambil inspirasi dari teks-teks relijius, dimana ideologi dan konsep-konsep tersebut dirubah West menjadi lirik yang penuh metafor-metafor. Salah satu lagunya pun berjudul “I Know God Breathed On This” dengan sound bass yang powerful, bayangkan saja didengar di stadium dengan crowd yang masif, track-track dari “Donda” menjadi katarsis pada malam listening party itu. 



Pada listening party tersebut kita bisa melihat outfit merah Kanye layaknya Kaneda dari anime “Akira”. Kecintaan Kanye terhadap manga/anime karya Katsuhiro Otomo ini sudah terlihat sejak menjadikan frame-frame anime Akira sebagai homage di videoklip “Stronger”nya. Di suatu kesempatan pun Kanye mengakui kalau “Akira” adalah inspirasi terbesarnya. Pada listening event “Donda”, Kanye lagi-lagi menunjukkan kecintaannya terhadap Akira dengan outfit merah ala Shotaro Kaneda yang terlihat di sepanjang anime “Akira”. Kanye pun pernah menceritakan anime “Akira” sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. 



Outfit ikonik lainnya yang dia kenakan pada event dan livestream tersebut adalah outer Balenciaga yang penuh dengan duri, lalu ada bulletproof vest didalamnya yang tidak bertuliskan “Police” melainkan “Donda”. Kim Kardashian pun menonton event tersebut dengan Balenciaga yang menutupi muka sampai kakinya. Rupanya Kanye memang sedang mengangkat tema apokalips dalam album dan fashion statementnya.



Ada juga kabar bahwa The Mars Volta dan Nick Cave (!!) akan hadir di album baru Kanye. Tersebar juga kabar bahwa penundaan rilisnya “Donda” disebabkan oleh Nick Cave. Kehadiran legenda prog-rock dari El Paso Texas ini juga sudah dikabarkan dari tahun lalu. The Mars Volta pernah di mention Kanye di sebuah tweet yang berkata “The Mars Volta, we need to finish this album”. Semoga kehadiran duo prog rockers ini juga memberi warna baru untuk album Kanye, karena seperti yang kita ketahui, Omar Rodrigo Lopez dan Cedric Bixler-Zavala – bubar pada tahun 2012. Tetapi Cedric Bixler-Zavala pernah  mengatakan bahwa The Mars Volta akan reuni pada 2019 dengan line-up personil yang baru. Saat ini Kanye sedang bersiap untuk memindahkan semua aktivitasnya ke stadium yang lain. Apakah akan ada event listening party lain? Karena menurut pihak Kanye, albumnya seharusnya sudah rilis pada 6 Agustus, tetapi sampai tulisan ini ditulis (11 Agustus) belum ada kejelasan mengenai hal ini. Lalu iTunes menunjukkan kalau tanggal rilis Donda adalah 13 Agustus, sedangkan Apple Music menunjukkan tanggal rilis yang berbeda yaitu 15 Agustus. 



Sekarang Donda sudah dirilis dengan cover album yang tidak kalah kontroversial. Banyak pros dan cons mengenai album ini. Beberapa review menyebut tema sentral dan konsep album ini bagus, tetapi banyak juga yang menyayangkan kualitas produksi dan sound nya yang tidak konsisten (dan terasa terburu-buru). Apakah album ini lebih baik dari ‘Certified Lover Boy” nya Drake? Bagaimana menurut kalian? 


Words by Aldy Kusumah
Layout by Prita