Walaupun sekarang Kapital dikenal karena design-designnya yang kompleks, perjalanan brand ini dimulai dari mereproduksi denim Amerika, seperti layaknya brand-brand setelah perang dunia ke-2. Kapital dibangun oleh team ayah dan anaknya, Toshikiyo dan Kiro Hirata  di Kojima Kurashiki, yang disebut-sebut sebagai “Kapital” dan pusat denim negara Jepang. Hal itulah yang dijadikan fokus utama brand ini. Cara-cara Toshikiyo yang tidak konvensional terhadap tehnik-tehnik warisan leluhurnya telah membuat Kapital menjadi sebuah brand denim yang teruji. Seperti pendahulu-pendahulunya, Toshikiyo tidak mempunyai pendidikan formal dalam mendesain ataupun manufaktur. Ketika sedang sekolah di Kobe, Toshikiyo mulai mempelajari Karate. Hobby barunya membawa dia ke Amerika dimana dia tertarik pada denim Amerika. Setelah meninggalkan Amerika, Toshikiyo pindah ke Kojima, Kurashiki untuk mempelajari manufaktur denim. Setelah bertahun-tahun mempelajarinya, Toshikiyo membuka sebuah pabrik pada tahun 1984 dan juga mulai memproduksi denim dengan inisialnya: TH.



Ketika Toshikiyo sedang fokus mengembangkan pabriknya, anaknya Kiro Hirata juga meninggalkan Jepang untuk studi di Amerika. Kali ini bukan untuk Karate, melainkan ketertarikan Kiro terhadap seni. Ketika Kiro kembali ke Jepang pada tahun 1996, dia mulai berkerja menjadi designer brand 45RPM. Disini Kiro mempertajam skillnya melalui tehnik-tehnik brand 45RPM yang tidak lazim, seperti aplikasi bahan pewarna dan juga konstruksi garment. Pada tahun 2002 Kiro bergabung dengan ayahnya untuk memulai Kapital. Pengalaman Toshikiyo dan temperamen artistik Kiro akan pengetahuan ilmu produksi pabriknya membuat kombinasi ayah dan anak ini menjadi team yang solid. Kapital telah memproduksi produk-produk yang kompleks, eksentrik dan reproduksi dari vintage workwear yang ada di seluruh dunia. Hal-hal inilah yang mendorong produk Kapital dari batas pakaian fungsional ke teritori avant-garde.



Mengambil inspirasi dari model-model pakaian vintage Amerika yang di-combine dengan sejarah craftmanship Jepang tradisional, Kapital membuka toko pertamanya di Kojima pada tahun 1995/1996 bersamaan dengan pabrik konveksi mereka. Setelah di-introduksi kepada mesin jahit buatan Amerika, Kapital mendevelop teknik untuk menjahit pada media kain yang lebih tebal. Setelah bosan memproduksi jeans-jeans orisinil Kapital dengan design basicnya, Kapital kini mulai mengejar visi mereka dengan mengambil inspirasi dari budaya tradisional dan workwear di seluruh dunia. Setelah mempunyai 16 toko flagship di Jepang, mereka membuka sebuah pabrik baru yang dinamakan “Kountry”, yang telah mengutilisasi teknik proses washing yang berbeda. Teknik washing unik inilah yang menjadi karakter produk-produk Kapital sekarang ini. Kekuatan Kapital terletak pada mampunya mereka melakukan jahit dan proses lainnya di satu atap pabrik mereka, yang jarang dilakukan brand-brand denim sejenis.



Konsep desain Kapital adalah meleburnya estetika kultur barat dan Jepang, dengan kata lain fusion east meets west. Walaupun pada awalnya pabrik perusahaan ini hanya mengerjakan konveksi jahit untuk produksi jeans sebuah brand terkenal, mereka akhirnya mengekspresikan konsep mereka sendiri pada tahun 1996 saat menamai merk dagangnya sebagai Kapital. Pada awalnya mereka menggunakan nama ‘Capital’ tetapi segera merubahnya menjadi ‘Kapital’ untuk menghindari kebingungan konsumen terhadap beberapa toko dan brand bernama sama. Dengan banyaknya variasi produk dan range koleksi mereka sekarang, Kapital pun sudah merambah ke area sepatu dan aksesoris. Beberapa produk ikonik mereka adalah jaket Bandana dan juga motif-motif smiley face atau tengkoraknya. Setelah bertahan lebih dari 20 tahun, kini Kapital sudah dikenal lewat koleksinya yang masif dan kadang mencapai 300 artikel.










Words by Aldy Kusumah