“Revelation Records adalah record label favorit saya dan bisa berkerja sama dengan mereka dan Jordan itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan!” -Orhun Oner


Orhun Oner adalah seorang guru dari Jerman, dan dia memiliki koleksi kaos band yang lebih keren (Dan lebih banyak) dari kamu. Setelah mempublish sendiri bukunya, Revelation Records tertarik untuk mempublish buku baru Orhun Oner dengan judul LIFE LOVE SHIRTS, yang berisi arsip foto koleksi merchandise band-band hardcore favoritnya. Juga ada beberapa interview Orhen dengan legenda seperti Walter Schreifels (Quicksand, Gorilla Biscuits, Rival Schools), dan Porcell (Youth of Today, Shelter). 



Halo Orhun! Apa yang kamu ingat dari masa mudamu di Jerman saat pertama kali menemukan hardcore? Seperti apa gigs-gigs pertama kamu dan scene musik di kotamu pada saat itu?
Saya dilahirkan dan tumbuh besar di kota kecil bernama Ludwigburg (dekat Stuttgart) di daerah Jerman selatan. Kita memiliki scene yang kecil tetapi solid. Band seperti Absidia dan Sidekick adalah pahlawan kami pada saat itu. Mungkin sepertinya di medio sekitar tahun 1996/1997. Scene kita lumayan berbaur, dari punks, skins, straight edge sampai skaters datang ke setiap gigs. Budaya anti-fascist dan anti-rasis pun terbentuk dengan sendirinya segara logis. I love that!



Apa saja top 5 band yang menjadi pintu masukmu dan membuatmu menjadi penggemar hardcore/punk?
Tentu saja band-band seperti Sick Of It All, Bad Religion dan Ignite (Nama-nama besar pada saat itu) yang membuat saya mendalami hardcore. Sebelumnya saya hanya menyukai band-band crossover seperti Downset, Rage Against The Machine, Dog Eat Dog dan Biohazard. Itu mungkin sekitar 1994. Sepertinya album hardcore pertama saya adalah Ignite “Call on my Brothers”. And then i was on fire. 



Pendapat kamu mengenai era D.C. revolution summer?
Saya tidak terlalu mengikuti scene Washington D.C. era awal-awal, karena memang bukan era saya. Tetapi saya menyukai fakta bahwa mereka membawa sikap politis yang pada saat itu memang belum dibicarakan di media-media besar, seperti anti-sexism dan lain-lain.



Apa yang kamu cari dalam sebuah T-shirt selain dari bandnya atau dari aspek designnya? Ada beberapa wishlist yang belum kamu dapatkan?
Sejujurnya, hal pertama yang paling penting adalah apakah saya menyukai band tersebut? Karena saya hanya mengkoleksi kaos dari band-band yang saya sukai. Tetapi saya juga suka aspek design klasik seperti sablonan kecil pada pocket dan foto live dengan pesan yang keren di belakang kaosnya. Seperti merchandise yang dirilis Rev HQ pada era ’80 atau awal ‘90an. Top wishlist saya sangat panjang, tetapi hal pertama yang datang ke pikiran saya adalah kaos-kaos Turning Point yang di design Hi-Impact Records dan Four Walls Falling rilisan Axtion Packed records.
 

“Pandemi ini adalah saat yang sulit untuk semua orang dan dalam saat-saat seperti ini kita membutuhkan solidaritas, kepedulian, cinta dan vaksin. Saya bukanlah tipe orang yang anti-vaksin. If you believe in dumb conspiracies, i can’t help you. ” -Orhun Oner


Bagaimana projek buku kamu dimulai? Ceritakan bagaimana awal mula kerjasama kamu dengan Revelation Records.
Saya mulai memikirkan ide tersebut pada tahun 2006, saat saya memulai blog saya “xshirtsx” tetapi kemudian tidak meneruskannya lagi. Sejujurnya mungkin karena pada saat itu saya terlalu muda dan tidak tahu bagaimana memulai proyek seperti itu (Mempublish buku sendiri). Ketika saya memulai akun Instagram sekitar 4 tahun kemarin, ide itu kembali terpikirkan. Saya berdiskusi dengan sahabat-sahabat dekat saya seperti Marc dan Chris mengenai ide merilis buku. Lalu mereka berdua mulai semangat dan kita mulai mengarsipkan dengan mengambil foto koleksi-koleksi saya dan juga mulai menghubungi para member band-band yang akan saya bahas di buku tersebut.


Sambil mengerjakan layoutnya, saya menghubungi Ryan Kuper, founder Redemption Records di tahun ‘90an yang membantu mengedit tulisannya dan menghubungi personil lama band-band tersebut. Edisi pertama sold out cepat dengan hanya 450-500 kopi. Lalu Ryan menunjukkan buku itu ke Jordan Cooper (Founder Revelation Records) dan dia sangat menyukainya. Jordan mulai mengirim email dan dari situ kami memulai kerjasama dengan Rev HQ. Bayangkan saja, Revelation Records adalah record label favorit saya dan bisa berkerja sama dengan mereka dan Jordan itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan! Tanpa Ryan Kuper, tidak akan ada proyek kolaborasi dengan Rev HQ ini, sehingga saya sangat berterimakasih kepadanya. Ryan kalah bertempur dengan kanker dan meninggal pada November 2017. Salah satu orang terkeren yang pernah saya kenal. Dia melakukan banyak hal hanya karena dia sangat perduli pada scene ini dan sangat mencintai musik hardcore. It breaks my heart that he didn’t see the book's release and all the feedback from it. I really miss him. Buku ini adalah proyek yang saya kerjakan dengan sahabat-sahabat saya dan saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari proyek ini.


Bagaimana situasi pandemi di Jerman saat ini?  
Menurut saya Jerman melakukan pekerjaan yang baik dalam menghadapi pandemi ini. Ini adalah saat yang sulit untuk semua orang dan dalam saat-saat seperti ini kita membutuhkan solidaritas, kepedulian, cinta dan vaksin. Saya bukanlah tipe orang yang anti-vaksin. Saya juga melihat banyak orang yang mempercayai teori konspirasi dan Qanon yang tolol itu. If you believe in dumb conspiracies, i can’t help you.


Words & Interview by Aldy Kusumah
Photos by Orhun Oner archives