Kita ada di sebuah titik waktu dimana Tweet pertama Jack Dorsey (founder Twitter) Bisa diperjual-belikan sebagai NFT dan dimiliki seseorang sebagai “hak milik”nya. Ya, seseorang baru saja mengeluarkan 2,5 juta dolar (sekitar 35,990,000,000 rupiah) untuk “membeli” tweet pertama founder Twitter tersebut. Apakah dunia sudah gila? Mungkin. Lalu apa itu NFT? NFT adalah singkatan dari Non-Fungible Token, atau sebuah asset dengan identitas digital yang unik. NFT sudah menjadi salah satu trend terbesar di dunia sekarang ini. Dan jauh sebelum NFT memasuki dunia seni rupa dan menjadi perbincangan hangat di dunia kreatif minggu-minggu ini, MF DOOM sudah menjual topeng AR / augmented reality-nya sebagai NFT di bulan Oktober 2020, beberapa hari sebelum kematiannya.




Dahaga konsumen, kreator dan seller terhadap maraknya cryptoart sekarang sudah menjadi sesuatu yang sedang hangat dalam dunia senirupa. Musisi Grimes baru saja menjual beberapa artwork digitalnya di lelang sebesar $6,000,000,00. Seniman misterius Banksy juga  terlibat dalam dunia ini secara tidak langsung, dimana sebuah perusahaan blockchain menghancurkan sebuah karya Banksy untuk membuat eksistensi karya tersebut menjadi digital. Injective Protocol membeli karya Banksy yang berjudul “Morons” sebesar $95,000,00. Lukisan tersebut bertuliskan “I can’t believe you morons actually buy this shit.”. Group yang menyebut dirinya sebagai penggemar senirupa dan teknologi ini membakar lukisan Banksy secara livestream melalui akun Twitter BurntBanksy. Sekarang artwork tersebut tersedia sebagai NFT dan hanya bisa dibeli atau dilihat secara digital, mungkin oleh para “moron” yang dimaksud oleh Banksy.




Dalam beberapa minggu kemarin sejak tulisan ini ditulis, topeng signature MF DOOM sudah dilelang oleh Illust Space, sebuah marketplace NFT, dimana topeng ini terjual diantara 9.5000 ethereum sampai 450.0000 ethereum (sekitar $18,000,00 sampai $857,000,00). Ethereum adalah “mata uang” atau cryptocurrency yang menggunakan teknologi blockchain, cryptocurrency terbesar setelah Bitcoin yang banyak digunakan seller dan buyer secara aktif. Dalam setiap penjualan topeng ini, pembeli akan mendapat topeng virtual yang unik dan berbeda dari yang lain. Dari setiap transaksi penjualan topeng ini, 10% keuntungan diberikan kepada keluarga MF DOOM dan para “pemilik” topeng ini pun bisa memberikan kontribusi donasi secara individual.




Sebelum topeng-topeng ini dijual di marketplace NFT, MF DOOM sudah pernah memposting preview topeng augmented reality-nya di akun Instagram miliknya. Disitu diperlihatkan topeng virtual ini “dipakai” oleh Mona Lisa, Tyler the Creator, Kim Kardashian sampai Jack Nicholson dalam film The Shining. Tak lama kemudian, 11 topeng digital ini terjual sebagai NFT, termasuk yang paling ikonik dan diminati penggemar MF DOOM, sebuah topeng bernama “Black Sludge”.  Bahkan setelah MF DOOM meninggal pun, jual-beli topeng digital DOOM akan berjalan secara otomatis. Dengan teknologi blockchain yang digunakan marketplace NFT, setiap kali topeng ini dijual kembali oleh pemilik sebelumnya dikemudian hari, secara otomatis 10% fee akan masuk ke cryptowallet milik DOOM secara otomatis. Dengan cara ini keluarga, kolega dan orang-orang terdekat DOOM akan mendapat royalty seumur hidup. Seperti karir musiknya yang sangat produktif, DOOM memang terdepan dan selalu menjadi pionir. 





Words by Aldy Kusumah