My Bloody Valentine baru-baru ini mempublish bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan Domino Records dan akan mereissue seluruh diskografi atau full catalog mereka dalam format vinyl. Band misterius ini juga akhirnya mengikuti perkembangan jaman dan telah berproses untuk mendigitalisasi seluruh lagu-lagu mereka dan menambahkannya ke semua aplikasi music streaming. Kini album self titled 2013 mereka, “m b v’ dan kompilasi EP 1988-1991 and rare tracks sudah tersedia di layanan streaming seperti Spotify. Kini band shoegaze influensial dan katalog rilisan Creation Recordsnya akan hadir di seluruh layanan streaming seperti Apple music, Spotify dan Youtube. Bahkan akun Instagram MBV pun terlihat memasang ads di IG dan juga aktif dalam memposting. Beberapa die-hard fans tentunya kecewa dengan marketing seperti ini, karena mereka MBV, dan legenda seharusnya lebih effortless dalam memasarkan produknya.



Domino Records dengan bangga mempersembahkan seluruh katalog MBV dalam format streaming untuk pertamakalinya, dan edisi fisik untuk setiap rilisan telah dirilis pada 21 mei 2021 kemarin. Isn’t Anything dan Loveless telah di-remaster dari analog untuk rilisan format deluxe LP dan juga mastering hi-res yang tidak dikompres untuk rilisan format LP standard nya. Bahkan track-track analog dari album “m b v” akan hadir pertama kalinya dalam format deluxe dan standard LP secara global. Tentunya sebuah pressing yang akan dicari para kolektor dan die-hard fans MBV. MBV juga sedang dalam proses untuk merestorasi seluruh video musik mereka dan melakukan premiere di channel Youtubenya untuk videklip seperti “Soon”, “To Here Knows When”, “Swallow”, “Only Shallow”, “You Made Me Realise”, dan “Feed Me With Your Kiss”.

Kompilasi EP 1988-1991 and rare tracks juga cukup dinantikan versi fisiknya oleh para fans karena didalamnya terdapat hidden gems seperti “You Made Me Realise”, “Feed Me With Your Kiss”, “Glider”, dan “Tremolo”.  Domino juga akan me-reissue 3 album MBV dalam format CD dan EP 1988-1991 dalam format double CD set. “Loveless” hadir dengan double CD set dan sleeve 6 panel. Debut album mereka “Isn’t Anything” (1988), “Loveless” (1991), dan “m b v” (2013) akan dirilis dengan format gatefold sleeves dan di press di heavyweight 180gr vinyl. Reissue “m b v” akan ada bonus 5 artwork prints (264mm x 264mm). Akan ada 2 versi dari setiap vinyl, yaitu versi digital dan deluxe, dimana versi deluxenya akan lebih limited dan sepertinya sudah sold out dimana-mana ketika tulisan ini ditulis. 



Bagi yang belum familiar, MBV adalah kuartet shoegaze beranggotakan Bilinda Butcher (Gitar, Vokal), Kevin Shields (Vokal, Gitar), Deb Googe (bass) dan Colm O Ciosoig (Drums). Band ini dianggap seminal dan cukup ground-breaking pada masanya. Band ini berhasil menciptakan suatu sound yang terdengar futuristik dan klasik disaat yang sama. Teknik glide guitar yang dimainkan Shields dan Butcher terdengar sedikit fals tetapi bisa menciptakan ambient dan noise-wall yang mengawang sekaligus noisy disaat yang sama. Sound shoegaze yang kita kenal sekarang ini tidak bisa dipungkiri banyak terpengaruh oleh 2 album MBV yang dirilis pada tahun 1988 dan 1991. Mereka juda dikenal sebagai salah satu band dengan live-show “terkeras” selain Sunn O))). Disetiap konser mereka selalu disediakan earplug dan sebuah peringatan kalau earplug tidak dipakai, pihak penyelenggara tidak bertanggungjawab atas kerusakan telinga para penontonnya.



Kevin Shields juga baru-baru ini bersabda bahwa MBV akan merilis 2 album baru (!!!) yang prosesnya sedikit terhambat karena COVID. Kevin Shields menjanjikan kalau album barunya akan terasa “hangat dan melodius” sedangkan yang satunya lagi akan lebih eksperimental. Bilinda Butcher pun telah menjanjikan pada media kalau band ini akan membereskan sesi rekaman album barunya pada akhir tahun ini. Apakah album baru mereka akan keluar tepat waktu? Karena MBV mempunyai kebiasaan untuk mendelay rilisan mereka, bahkan pada saat merilis Loveless di tahun 1991 dulu, MBV nyaris membuat Creation Records bangkrut dengan budget studio yang membengkak (Kevin Shields hobi pindah-pindah studio dan mengulang sesi rekaman). Kevin Shields pun membuat pernyataan “I don’t want to be 70-something wanting to make the next record after m b v. I think it’d be cooler to make one now.”. Mari kita nantikan 2 album baru mereka, dan marilah menabung untuk mengkoleksi seluruh diskografi reissue mereka.

Untuk sementara, dengarkan diskografi mereka di Spotify dan cek juga restorasi videklip “Soon” di tautan dibawah ini:



Words Aldy Kusumah