Nike menuntut MSCHF Product Studio, sebuah art collective yang berbasis di Brooklyn New York, karena produk Satan Shoes mereka dianggap melanggar undang-undang hak cipta. Satan Shoes adalah kolaborasi antara MSCHF dengan musisi Lil Nas, yang merupakan sebuah custom Nike Air Max 97 yang dimodifikasi dan dipasarkan sebanyak 666 pasang. Seluruh 666 pasang tersebut telah terjual dalam waktu satu menit saja, dimana satu pasangnya dijual dengan harga $1,018 (sekitar 14 juta rupiah). MSCHF pun tidak merespon kepada tuntutan itu pada awalnya, dan juga tidak membuat pernyataan kepada media. Beberapa reseller bahkan sudah membuat listing di eBay, bahkan ada yang menjual kembali sepatu ini dengan bandrol $2,500, dua kali lipat lebih dari harga asli retailnya.



Pada komplain tuntutan tersebut, Nike meminta pengadilan untuk menghentikan MSCHF menjual sepatu Lil Nas X Satan Shoes itu secara permanen. Menariknya, para pengguna media sosial malah mengecam aksi Nike dan mengancam akan memboikot perusahaan Nike untuk membela sepatu kontroversial itu. Lil Nas tidak tersangkut paut oleh tuntutan Nike tersebut, karena pada akhirnya ini adalah urusan hukum antara Nike dan MSCHF saja. Nike juga keberatan dengan penggunaan logo ikonik swoosh mereka di sepatu tersebut, dan khawatir publik akan mengasosiasikan Nike dengan image satanik, dan tentunya akan menimbulkan kebingungan publik di marketplace, apakah ini produk Nike official atau bukan. Pada intinya Nike tidak mengijinkan produk custom ini untuk diperjualbelikan.



Menurut Nike, mereka tidak mempunyai hubungan partership dengan Lil Nas atau MSCHF dan Nike tidak mendesign atau merilis sepatu tersebut. Nike pun tidak ingin terlihat meng-endorse collab tersebut atau bahkan di-asosiasikan dengan Satan Shoes tersebut. Sepatu custom tersebut adalah modifikasi dari Nike Air Max 97 yang memiliki colorway merah dan hitam. Dengan detailing pentagram perak dan setetes darah manusia pada bagian mid-sole. Air bubble cushioning sole ini juga adalah trademark Nike yang sudah menjadi ciri khas mereka, dan kali ini diisi oleh setetes darah manusia yang didonasi oleh para anggota MSCHF. Sepatu ini juga menampilkan design kontroversial dengan inverted cross dan juga tulisan “Luke 10:18”. Sebelumnya perusahaan MSCHF tersebut juga pernah merilis sepatu kontroversial lainnya yaitu “Jesus Shoes” di tahun 2019.  



Kontroversi ini juga semakin hangat dengan dirilisnya video musik untuk single terbaru Lil Nas yang berjudul “Montero (Call Me By Your Name)”. Video tersebut menunjukkan musisi tersebut berpakaian sangat provokatif dan berdansa di neraka. Influencer sepatu @Saint pun meramaikan promosi sepatu ini sebelum rilis dengan memposting berbagai teaser di media sosial. Beberapa konservatif seperti gubernur Kristi Noem dan sebagia npublik juga mengkritik design kontroversial sepatu kolaborasi Lil Nas X MSCHF ini di Twitter. Lil Nas X merespon gubernur dan para kritikus dengan men-tweet berbagai meme. Kontroversi ini semakin ramai dengan banyaknya komentar pembeli yang sudah membayar sepatu ini. Mereka khawatir dengan adanya tuntutan Nike, sepatu tersebut tidak akan sampai ke tangan mereka. Pada akhirnya kasus ini selesai dan seluruh pasang sepatu ini akan ditarik dari pasaran. Menurut Nike, MSCHF setuju untuk membeli kembali seluruh Satan Shoes dan Jesus Shoes yang sudah dijual ke pasaran untuk menarik kedua design tersebut dari sirkulasi pasar. Bahkan pengadilan pun menghentikan pengiriman sepatu-sepatu tersebut ke tangan pembeli. Nike wins again. Lil Nas X mengkritik bahwa kebebasan berekspresi sangat sulit dilakukan, dan MSCHF pun berdalih kalau ini semya adalah sebuah karya seni. Tentunya kebebasan ekspresi, statement politis dan narasi yang berbeda selalu menjadi kontroversi. Apakah kamu akan membeli sebuah sepatu seharga 14 juta dengan darah manusia?

Words Aldy Kusumah