Disaster Records akhirnya mereissue 2 album Komunal yang cukup seminal pada masanya. Sebelumnya, “Hitam Semesta” Pertama kali dirilis dalam format cakram padat pada tahun 2008 oleh Progresiv Barbar Musik. Hitam Semesta adalah album kedua dari Komunal yang semakin mengukuhkan bahwa mereka adalah salah satu band Heavy Metal terbaik yang dimiliki Indonesia. Mereka telah memainkan musik stoner/doom dan sludge sebelum genre ini menjadi trendy di ranah musik lokal. Berisi 18 lagu yang ganas dan berat dengan lirik-lirik jujur dari Doddy Hamson secara apa adanya sesuai dengan kondisi sosial dan personal mereka. Riff-riff gitar M. Anwar Sadat yang memiliki hook-hook catchy juga patut diperhitungkan. 




Tema-tema lirik mereka menggambarkan kondisi Komunal pada saat itu yang memang sedang produktif dan berbahaya. Mungkin akan sulit bagi mereka bisa membuat album baru sehebat Hitam Semesta di masa sekarang, karena album ini merupakan benchmark tinggi yang bahkan mereka sendiri akan tertantang untuk melampauinya. Album ini bahkan masuk ke list 20 album terbaik 2008 versi majalah Rolling Stone Indonesia.



Komunal adalah band heavy metal yang banyak terpengaruh sound southern sludge dan stoner. Pada saat “Gemuruh Musik Pertiwi” dan “Hitam Semesta” rilis, Komunal beranggotakan Doddy Hamson pada vokal, Muhammad Anwar Sadat pada gitar, Arie Khomaini pada bass dan Rezha H.K. pada drum. Hitam Semesta dirilis ulang dalam bentuk piringan hitam, kaset pita, dan cakram padat ganda (satu paket dengan album Gemuruh Musik Pertiwi), di mixing ulang oleh Edo Djatmika di Funhouse Studio, Bandung dan di mastering ulang oleh James Plotkin di Plotkinworks, New Jersey. Sudah tentu rilisan ini akan terdengar berbeda denga format awalnya dengan sound yang lebih baik. Dan untuk pengerjaan sampul album dan tata letak tetap oleh Morrg.

Sementara Gemuruh Musik Pertiwi dirilis ulang dalam bentuk piringan hitam, kaset pita, dan cakram padat ganda (satu paket dengan album Hitam Semesta). Untuk format piringan hitam juga di mastering ulang oleh James Plotkin di Plotkinworks, New Jersey, format CD masih dari hasil mixing dan mastering format awal yang dikerjakan oleh Indra Q di Jakarta. Pengerjaan sampul album oleh Riandy Karuniawan dan tata letak oleh Morrg. Sebelumnya album ini pertama kali dirilis dalam format cakram padat pada tahun 2012 oleh Progresiv Barbar Musik. “Gemuruh Musik Pertiwi” adalah album ketiga dari Komunal yang terdengar jauh lebih matang dari 2 album sebelumnya. 


Sound hangat ala stoner rock yang mereka definisikan sebagai “musik rawa”, tempo dengan beat yang pas dan lirik-lirik yang sebagian besar bercerita tentang keadaan sosial yang lebih umum dan tentunya masih relevan sampai saat ini. Ada 9 lagu yang sebenernya mampu membuat mereka sebesar Slank, bahkan ICEMA awards sempat menobatkan “Gemuruh Musik Pertiwi” sebagai album dan lagu terbaik di tahun 2012 untuk kategori "Best Rock/Hard Rock Song & Album".


Tunggu apa lagi? Untuk para kolektor dan die-hard fans sudah tentu diskografi Komunal kamu tidak akan lengkap tanpa reissue versi vinylnya yang kabarnya stoknya sudah hampir habis pas tulisan ini ditulis. Dengan format piringan hitam, tentu saja artwork dan ilustrasi dari Morrg dan Riandy Karuniawan akan lebih terlihat detailnya. Dan remaster oleh James Plotkin ini sepertinya adalah sound Komunal yang paling ideal pada kedua album ini, dan tanpa mendengar versi vinyl ini, sepertinya kita belum mendengarkan “Gemuruh Musik Pertiwi” dan “Hitam Semesta” dengan baik dan benar. Go get ‘em now at Disaster records webstore. 


Words by Aldy Kusumah
Photo from Disaster Records archives