Channel ini hanya menampilkan aktivitas sehari-hari seorang pria yang berkendara dengan Rover Mini birunya. Entah kenapa, melihat aktivitasnya pergi ke coffee shop, berkendara ke restoran curry favoritnya sampai berkemah terasa sangat relaxing. Dibantu sinematografi yang bagus, durasi yang pas dan musik latar yang minimalis, melihat video pria ini ke bengkel pun tidak akan membuatmu bosan. Video-video MINI_LIFE pun memiliki feel yang sama ketika kita sedang menonton film Studio Ghibli.








Tidak ada yang lebih jenius dari sebuah channel yang konsepnya adalah melakukan interview sambil memakan chicken wing super pedas. Melihat para narasumber seperti John Mayer, Gordon Ramsay, Shia Lebouf, Natalie Portman sampai Henry Rollins mencoba menahan rasa pedas ternyata sangat menghibur. Nilai plus juga kepada Sean Evans yang bisa menginterview dengan sangat baik dan mengobrol santai sambil melahap sauce Da Bomb (yang kebanyakan dimuntahkan para narasumber karena terlalu pedas). Ternyata setelah melewati rasa pedas yang membuat tersiksa, Sean Evans berhasil mengeluarkan sifat asli seseorang, apakah mereka sekeren Neil deGrasse Tyson yang menjelaskan teori antariksa sambil makan hot wings level 100, atau terlihat asshole seperti DJ Khaled dan Coolio yang merasa kuat dan akhirnya menyerah kesakitan.








Channel Hate5six adalah tambang emas bagi kamu yang menyukai hardcore. Karena jika kamu mencari live performance suatu band, kemungkinan besar kamu akan berakhir di channel milik Sunny Singh. Sunny sudah mendokumentasikan lebih dari 3,000 video live band-band favoritnya dari tahun 1993, dan sekarang sudah membuat situs crowdfunding Patreon agar subscriber dan membernya bisa voting dan request video apa saja yang akan di upload untuk minggu ini. Sebut saja Rage Against the Machine, Vein, Knocked Loose, Have Heart, Converge, Glassjaw sampai Jesus Piece, channel ini bagaikan pengarsipan video live yang cukup masif. Dan berkat situs crowdfundingnya, Sunny Singh bisa menjadikan “hobi” ini menjadi pekerjaan tetap baginya untuk menghasilkan video-video live performance yang berkualitas secara audio visual.








Jika kamu bisa membuat beat musik hiphop dalam 15 menit menggunakan organ tunggal kawinan seharga Rp. 200,000, you’re a good musician in my book. Lirik “Setel RCTI / TV-nya pak Hari / nonton ninja Hattori” langsung jadi secara instan didepan kamera. Ya, Mardial yang lebih dikenal dengan Mamang Kesbor ini adalah beatmaker dan lyricist yang sangat kreatif. Konten-konten videonya juga terbilang cukup unik dan menghibur. Membuat lo-fi chillhop menggunakan token listrik, membuat beat dengan hape sampai tutorial membuat lirik dubstep menggunakan nama-nama orang. Mamang Kesbor juga sudah membuat album penuh berjudul “Album Terbaik di Tata Surya”.








Fightland adalah salah satu segmen VICE yang menurut kami masih menarik dan memiliki style gonzo-journalism ketika Suroosh Alvi dan Shane Smith masih turun ke jalan untuk melakukan reportase. Fightland adalah sebuah website dan segmen dari VICE media yang berkolaborasi dengan UFC. Pada awalnya Fightland hanya mengkover beladiri MMA dan kompetisi-kompetisinya saja, lalu berkembang melakukan reportase seperti kultur perkelahian jalanan dari penjara Thailand, tarung bebas underground di Kuba, MMA di Pakistan sampai meliput atlet Taekwondo wanita dari Kurdistan. Semua video ini disajikan dengan kualitas dokumenter yang diproduksi dengan baik. Walaupun sepertinya situs utama Fightland sudah tidak aktif, setidaknya masih ada ratusan konten yang bisa kita lihat disini.








Apa persamaan dari para Youtuber yang membahas pedal efek gitar? Ya, mereka kebanyakan membosankan karena sibuk dengan shredding, galloping dan melakukan solo gitar 5 menit atau malah terlalu banyak omong dibandingkan membahas esensi dari kontennya. The Pedal Bored bukanlah channel yang seperti itu, karena langsung memutar loop riff gitar dan menyalakan perbedaan pedal efeknya satu-satu tanpa banyak penjelasan teknis yang membosankan. All demos should be efficient and useful as this one.








Tidak dapat dibantah lagi kalau konten video Brick Builder sangat menyenangkan. Isinya hanya kumpulan dari koleksi Lego miliknya yang dia rakit dengan editing time-lapse yang biasanya disebut dengan teknik speed-build. Brick Builder merakit Lego Technics Porsche 911, The Simpsons House yang sudah tidak diproduksi, Star Wars Millenium Falcon yang rare dan Colliseum yang sangat besar. Video-video speed-build ini dipersembahkan dengan sangat ringkas dan efisien dengan pencahayaan yang memadai. Simak lebih lanjut koleksi Lego rare dan discontinued milik si Brick Builder di channelnya.








Petrolicious mempersembahkan video-video otomotif dengan estetika sinematik yang sedikit berbeda. Para kolektor mobil antik di interview dan bercerita mengenai kendaraan favorit mereka sambil berkendara menggunakan Nissan Skyline “Hakosuka” dan “Kenmeri” di jalanan San Francisco yang basah. Petrolicious juga akan mengajak pemirsa untuk test-drive VW Karmann Ghia “Razor” di pinggir pantai, dengan sinematografi yang akan membuatmu merasakan getaran mesin dan indahnya sinematografi khas mereka. Kalian bisa melihat mobil-mobil  antik dari para kolektor enthusiast ini dari JDM (Japan Domestic Market) sampai mobil Eropa klasik sekalipun. Tidak seperti Hot Wheels koleksimu, setidaknya channel ini akan memberi sedikit pencerahan untuk kita-kita yang baru menyukai otomotif. 








Words by Aldy Kusumah